Limit order adalah jenis pesanan yang filakukan investor kepada broker dengan cara memberikan instruksi dengan rentang harga tertentu atau batasan harga terendah sampai tertinggi yang dapat dilakukan oleh broker. Order jenis ini untuk mengatasi kelemahan dari jenis market order.
Sebagai contoh limit order dalam pemesanan saham yaitu seorang investor memberikan batasan beli saham PT. ABC Tbk dengan rentang harga Rp5.400 sampai dengan Rp 5.500. Dengan rentang batasan ini, broker hanya boleh melakukan pembelian antara harga Rp 5.400, Rp 5.450, dan Rp 5.500.
Selain itu, untuk instruksi jual misalkan seorang investor memberikan rentang harga Rp 5.600 sampai Rp 5.700, maka broker dapat melakukan pesanan Rp5.600, Rp5.650, dan Rp 5.700. Jika broker membeli/menjual di luar rentang yang sudah ditentukan, maka investor dapat menolak atau tidak mengakui transaksi tersebut.
Wednesday, 1 April 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
RANGKUMAN PROFESI DALAM AKUNTANSI
RANGKUMAN PROFESI DALAM AKUNTANSI Akuntansi tidak hanya sebagai hitung – hitungan saja. Akuntansi selalu menyesuaikan berdasarkan bidan...
-
TIGA KEPUTUSAN UTAMA MANAJEMEN KEUANGAN Salah satu tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Selai...
-
CARA MENGHITUNG WACC Setiap perusahaan tentu membutuhkan dana untuk membiayai proyek – proyek investasinya. Perlu diketahui bahwa pe...
-
CARA MENGHITUNG NILAI TAMBAH PASAR (MVA) DAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) Hampir semua perusahaan ingin memaksimalkan nilai perusahaa...
No comments:
Post a Comment